God of War: Ascension
=====
=====
God of War: Ascension (atau dalam bahasa Polandia God of War: Wstapienie; dalam bahasa Rusia God of War: Восхождение; atau sinonimnya God of War IV) adalah permainan yang dibuat oleh Santa Monica Studios dan dipublikasikan oleh Sony Computer Entertainment Architect (SCEA) bertajuk orang ketiga Petualangan-Aksi (Third Person Adventure-Action) dengan konten untuk Dewasa 17 tahun keatas (Mature). God of War: Ascension rilis pertama kali di Playstation 3 (PS3) pada tanggal 12 Maret 2013. God of War: Ascension merupakan versi ke-tujuh dari seri God of War yang merupakan perkuel dari God of War (2005) dan merupakan seri terakhir dari era pertama Mitologi Yunani. God of War: Ascension memiliki konten terbaru dibandingkan seri-seri sebelumnya, antara lain multipemain dengan total delapan pemain; kustomisasi karakter seperti Zeus, Ares, Poseidon, maupun Hades untuk digunakan di multipemain gladiator; gaya bertarung dan permainan teka-teki yang lebih baru dan menantang; dan mengikuti alur cerita Kratos (single player) yang epik.
God of War: Ascension bercerita mengenai Kratos sebagai sang pembunuh dewa melakukan balas dendam terhadap Ares, Dewa Perang dikarenakan Ares menghasut Kratos dan Kratos secara tidak sengaja membunuh anak dan istrinya. Kratos lalu memutuskan hubungan dengan Ares yang dimana hal tersebut melanggar sumpah darah untuk para dewa, sehingga Kratos dipenjara oleh Erinyes. God of War: Ascension mengambil latar waktu enam bulan setelah kejadian tersebut dan 10 tahun sebelum God of War (2005) dimulai.
God of War: Ascension mendapatkan berbagai apresiasi dan pujian dari pengkritik dan pengguna. Seperti dari Digital Chumps yang menganggap God of War: Ascension adalah versi klasik yang lebih baik dari God of War (2005); XGN yang menganggap God of War: Ascension adalah God of War yang diharapkan karena petarungan yang epik dan brutal, banyaknya monster-monster raksasa, memiliki grafik dan jalur suaras yang menakjubkan; dan Eurogamer Italy yang mengkritik bahwa God of War: Ascension merupakan permainan yang indah, brutal, dan lucu, prekuel yang menyatu dan menyambung dengan seri-seri God of War sebelumnya, cerita yang klimaks dan petualangan yang mencengangkan. Meskipun begitu, multipemain di God of War: Ascension mendapatkan kritikan postif dan negatif yang hampir sama dikarenakan multipemain merupakan hal yang baru di seri God of War.
Gameplay
God of War: Ascension merupakan tipe permainan yang mengusung konsep Petualangan-Aksi dan bertajuk orang ketiga. Gaya mekanik God of War: Ascension hampir mirip seperti seri sebelumnya, yakni hack-and-slash dari Blades of Chaos, mengasah kombo Kratos, menyerang dari jarak yang aman, dan melukai sebanyak mungkin kepada musuh. Meskipun begitu, adanya gaya mekanik terbaru menggunakan sihir dan Kratos dapat melucuti senjata-senjata yang dimilik musuh. Teka-teki yang diberikan bukan teka-teki yang dapat diselesaikan dengan cepat, tetapi sedikit lebih komplek.
Sinopsis :
Prolog
God of War: Ascension dibuka dengan perang besar diantara masa-masa kebesarana Dewa dengan masa-masa kejayaan Titan yang disebut dengan nama Primordialisme. Selama masa tersebut yang kejam dan lama, maka dibentuklah Erinyes sebagai sang penjaga kehormatan, pelaksana hukuman, dan penghukum pengkhianat. Erinyes yang dibentuk terdiri dari Magaera, Tisiphone, dan Alecto. Erinyes tidak terikat dengan siapapun dan akan melakukan hukuman yang kejam bagi siapapun yang memutuskan sumpah darah dengan para dewa. Zaman Primordials sudah berganti dan titan menjadi penguasa, lalu berganti menjadi dewa-dewa olimpus yang dinamai dengan nama zaman Titanomachy Pertama. Pada zaman tersebut, terdapat korban pertama dari Erinyes yakni Aegaeon, sang Hekatonkheire yang berani memutus hubungan sumpah darah dengan Zeus. Karena perlakuan tersebut, Erinyes mengicar Aegaeon, menyiksanya, dan mengubah Aegaeon menjadi penjara batu (Prison of Damned) karena kematian bagi pelanggar sumpah dianggap masih terlalu baik. Penjara batu tersebut dijadikan contoh bagi siapapun yang mau menjadi pelanggar sumpah.
Erinyes selanjutnya melakukan hubungan dengan Ares dan Erinyes semakin 'kejam' dibawah bimbingan Ares dan berencana melakukan mengambil alih kekuasaan olimpus. Oleh karenanya, Ares dan Alecto kawin dengan harapan mempunyai anak yang dapat membantu mereka melaksanakan rencana mengambil alih kekuasaan olimpus. Anak mereka, Orkos, dianggap tidak memenuhi kriteria Ares, sehingga Ares tidak menganggap anaknya. Meskipun begitu, Erinyes yang lain menganggap Orkos berguna dan menjadikan Orkos sebagai sang penjaga sumpah (Oath Keeper).
Plot Utama
Korban selanjutnya dari Erinyes adalah Kratos, sang Kapten Sparta yang memutus hubungan dengan Ares, Dewa Perang sehingga Kratos disiksa sangat kejam hingga Kratos mendapatkan ilusi yang tiada henti dan hingga tidak dapat sadarkan diri. Setelah siuman, Kratos kedatangan Magaera yang masih marah dan menyiksa Kratos terus-menerus hingga kehilangan tangan kanannya. Magaera yang masih menyiksa Kratos, secara tidak sadar membuat borgol leher Kratos rusak dan kesempatan itu digunakan Kratos untuk bebas, merusak rantai kedua tangan dari serangan Magaera, menyabet perut Magaera dengan Blades of Chaos hingga terluka dan kabur, dan Kratos kabur dari ruangan tempat Kratos disiksa. Kratos akhirnya menyadari bahwa tempat Kratos dipenjara adalah penjara batu (Prison of Damned)[9]. Kratos berusaha untuk mencari jalan keluar dari penjara batu dan menemui berbagai musuh. Setelah hampir keluar dari penjara batu, Kratos melawan Magaera yang bisa mengubah makhluk hidup apapun menjadi minionnya. Setelah Magaera kewelahan, Magaera menggunakan parastinya untuk mengubah tangan dan kepala Aegaeon untuk melawan Kratos. Pada akhirnya, Magaera mati dan Kratos kabur.
Setelah Kratos kabur, kilas balik terjadi sebelum Kratos dimasukkan ke penjara batu. Ares murka dikarenakan Kratos melanggar sumpah tersebut dan menyuruh Erinyes untuk menangkap Kratos. Orkos yang mendengar rencana tersebut, bersekutu dengan prajurit sparta yang bernama Kratos dan memberitaukan rencana dan latar belakang tersebut kepada Kratos. dengan bantuan Orkos, Kratos pergi ke Delphi, bertemu dengan Oracle, Aletheia, dan melawan Pollux and Nabi Castor. Aletheia memberitau Kratos cara untuk mendapatkan kebebasan yang diinginkannya dengan cara membunuh semua Erinyes. Sedangkan untuk membunuh Erinyes, Kratos memerlukan kekuatan dari para dewa, yaitu api dari Ares, es dari Poseidon, listrik dari Zeus, dan kekuatan souls dari Hades, dan Kratos juga memerlukan item seperti Amulet of Uroboros yang didapatkan ketika ingin mencari kebenaran dari The Oracle, Oath Stone of Orkos, dan Eyes of Truth.
Setelah membunuh Magaera, Kratos mencari kekuatan dan item-item yang diperlukan untuk membunuh Erinyes lainnya. Setelah mendapatkan kekautan dewa dan item yang diperlukan, Kratos langsung menemui Tisiphone dan Alecto. Mereka berdua membujuk Kratos untuk kembali ke Ares dan memberikan hadiah ilusi istrinya, Lysandra. Kratos menolak dan membunuh Tisiphone dengan mematahkan lehernya dan menusuk Alecto hingga mati. Setelah pengelihatan Kratos kembali normal dan pulang ke rumahnya di Sparta, Kratos bertemu Orkos yang menceritakan bahwa ingatan masa lalu Kratos tidak akan bisa hilang sebelum memutus kontrak dengan Ares. Jalan satu-satunya adalah membunuh Orkos dan Kratos melakukannya sekaligus membakar rumah Orkos beserta mayat Orkos didalamnya. Akhirnya Kratos benar-benar bisa memutus hubungan dengan Ares. Meskipun begitu. Kratos harus menanggung beban dosa yang dilakukannya dengan cara mengabdi kepada dewa olimpus selama 10 tahun dengan harapan dosa tersebut diampuni.

